Banyumas, Pendidikan yang berhasil selalu berawal dari komitmen dan keteladanan para pendidik, termasuk peran orang tua, lingkungan, dan masyarakat. Komitmen ini tercermin dari kesungguhan semua pihak dalam menanamkan nilai-nilai positif, sementara keteladanan menjadi contoh nyata bagi anak-anak untuk meniru perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumarwati, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Pendidikan Karakter bersama Kepala Sekolah SMA/SMK/SMALB yang berasal dari wilayah Purwokerto dan sekitarnya pada tanggal 13 Agustus 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Sumarwati menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama di sekolah-sekolah. Menurutnya, keberhasilan akademik akan lebih bermakna jika dibarengi dengan pembentukan kepribadian yang kuat, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
“Pendidikan bukan sekadar mengejar nilai, tetapi membentuk yang berintegritas, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik, matang secara emosional, dan kokoh secara moral,” ujarnya.
Politisi Partai PKB ini menambahkan, pendidikan karakter di sekolah dapat dimulai dengan olah raga untuk kesehatan jasmani, olah rasa untuk melatih empati, olah hati untuk menanamkan nilai moral dan spiritual, serta olah pikir untuk mengasah logika dan kecerdasan.
Keempat aspek ini, menurutnya, harus berjalan seimbang agar pembentukan karakter anak berlangsung menyeluruh. Ia menjelaskan, pembentukan karakter juga bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dijalankan secara konsisten setiap hari.
Menurutnya anak didik mulai dibiasakan dengan bangun pagi, beribadah sesuai ajaran agama, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, belajar dengan teratur, peduli terhadap lingkungan, dan tidur lebih awal. Kebiasaan ini akan melatih disiplin, kesehatan, dan kepedulian anak sejak dini.
“Dengan pembiasaan seperti ini, output pendidikan karakter akan sangat terasa. Anak-anak akan menjadi pribadi yang religius, nasionalis, penuh integritas, mandiri, dan memiliki rasa gotong royong yang tinggi,” tegasnya.
Dalam pendidikan karakter, yang perlu diterapkan menurut Legislator PKB dari dapil Pekalongan, Kita Pekalongan, Pemalang dan Batang ini menjelaskan bukan hanya materi pelajaran, tetapi pembiasaan nilai-nilai yang membentuk kepribadian anak.
“Ini meliputi kedisiplinan dalam waktu dan tugas, kejujuran dalam ucapan maupun perbuatan, tanggung jawab atas setiap amanah, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta kemampuan bekerja sama dan menghargai perbedaan. Anak-anak juga harus dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengambil keputusan yang bijak. Semua ini akan membentuk pribadi yang utuh, tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara moral dan sosial.” tegasnya.
Politisi PKB yang juga menjabat Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan ini menutup dengan mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi memerlukan sinergi dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Karakter tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bersama-sama melahirkan generasi emas yang berdaya saing namun tetap memegang teguh jati diri bangsa,” Jelas anggota Komisi E DPRD Jateng ini.
(Irfan Rosyadi)
